5 Alasan Mengambil Keputusan Untuk Resign Di Tempat Kerja

Bagikan :

Jika dihitung secara kasar, sepertiga waktu manusia memang akan dihabiskan di tempat kerja. Lingkungan kerja, rekan-rekan seprofesi, suasana kerja, dan segala hal yang berhubungan dengan dunia kerja terkadang membuat manusia merasa stres dan tertekan. Apalagi jika beban kerja yang terlalu tinggi sementara kekuatan dan fikiran manusia yang terbatas membuat banyak pegawai kerap mengeluh dengan kehidupannya di dunia kerja.

Tak akan menjadi sebuah masalah besar jika kamu berada dalam lingkungan kerja yang sehat, suasana yang nyaman serta rekan-rekan yang saling memotivasi. Namun, saat kamu merasa mulai jenuh apalagi stres berkepanjangan dengan suasana kerja, artinya kamu harus segera memilih untuk segera resign.

Jika di tempat kerja yang sekarang kamu mengalami beberapa hal di bawah ini, berarti kamu harus segera mencari alternatif pekerjaan lain dan mengajukan resign.

1. Jenjang Karier Tidak Jelas

Sumber Gambar (www.jobstreet.com)

Tidak munafik, banyak orang bekerja di sebuah perusahaan selain untuk memperoleh penghasilan tetap setiap bulan, juga ingin mencapai kesuksesan karier. Tapi apa jadinya kalau di kantor Anda tidak ada kejelasan jenjang karier. Semuanya abu-abu.

Misalnya, kalau bekerja sudah 5 tahun, berpeluang naik jabatan. Atau sudah berkontribusi banyak hal untuk perusahaan, termasuk proyek-proyek penting, tapi tidak juga dipromosikan naik jabatan, pangkat, atau gaji. Karena karier di perusahaan tersebut tidak jelas, lebih baik untuk resign.

Jadi alangkah baiknya, pihak perusahaan mampu membuat kebijakan yang mendukung kinerja karyawan. Memberi kesempatan kepada mereka untuk dapat berkembang, naik jabatan atau pangkat bagi mereka yang berprestasi.

2. Kurangnya Apresiasi

Sumber Gambar (www.suara.com)

Ini mungkin jadi alasan pengunduran diri yang paling juga terjadi. Tidak ada apresiasi dari kantor atas apa yang telah dicapai karyawan. Misalnya ketika karyawan sukses menggolkan proyek besar, tidak ada bonus dari kantor. Alibi perusahaan, karena itu sudah menjadi tanggung jawab dan tugas karyawan tersebut.

Malah terkadang ada bos atau perusahaan yang boro-boro memberikan bonus, ucapan terima kasih saja tidak. Kalau sudah begitu, karyawan merasa tidak dihargai kerja kerasnya. Jadi jangan salahkan karyawan jika nantinya terjadi resign massal.

Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan menerapkan reward and punishment kepada karyawan. Agar yang berkinerja bagus, diganjar dengan penghargaan atau apresiasi. Sedangkan yang kinerjanya buruk, diberikan sanksi atau hukuman.

3. Prinsip Bertolak Belakang Dengan Perusahaan

Sumber Gambar (www.idn.com)

Jika kamu memiliki prinsip tentang sebuah hal, sementara perusahaan memiliki prinsip yang sangat berseberangan dengan prinsipmu, maka artinya kamu dan perusahaan memang tidak memiliki kecocokan. Di awal-awal kamu bekerja, kamu masih bisa melakukan kompromi dengan perusahaan mengenai perbedaan prinsip tersebut.

Namun, jika hal tersebut berlangsung lama dan membuat kehidupanmu tidak nyaman, tak ada pilihan lain kecuali hengkang dari perusahan tersebut.

4. Gaji Yang Tidak Sepadan Dengan Beban Kerja

Sumber Gambar (www.kompas.com)

Kamu merupakan seorang pegawai yang berpengalaman bertahun-tahun menjabat sebuah posisi penting dalam perusahaan, namun gaji yang diberikan tidak sesuai dengan posisi tersebut. Belum lagi beban kerja yang begitu tinggi, tanggung jawab yang harus diemban, dan loyalitas yang selama ini diberikan seakan tidak menjadi perhatian perusahaan.

Jika seharusnya gaji kamu sudah naik berkali-kali lipat dari seharusnya, sementara permintaan kamu untuk naik gaji tidak dihiraukan, pilihan paling pintar adalah mencari tempat kerja lain yang memberikan gaji yang lebih pantas.

5. Muncul Rasa Jenuh

Sumber Gambar (www.jobstreet.com)

Ketika seseorang sudah bekerja di satu perusahaan dalam jangka waktu lama, misalnya 5 tahun, pasti akan muncul rasa jenuh. Apalagi bila pekerjaan yang dilakoni tidak sesuai dengan passion. Wah itu sih, tidak ada hitungan bulan juga sudah uring-uringan mau resign.

Rasa jenuh dan bosan juga muncul karena melakukan pekerjaan yang monoton. Mengerjakan tugas dan laporan yang sama setiap hari, hanya duduk di depan komputer selama 8 jam. Biasanya jenuh ini, bisa diobati dengan mengambil cuti dan pergi berlibur.

Namun adakalanya, rasa jenuh ini sudah pada level akut. Cuti pun percuma. Tetap saja bawaannya mau resign, mencari tantangan di perusahaan baru. Begitu jenuh dan bosan sudah parah, apalagi sudah mendapat pengganti kerja baru, maka karyawan akan segera mengajukan resign.

Demikian artikel 5 Alasan Mengambil Keputusan Untuk Resign Di Tempat Kerja,  semoga dapat bermanfaat dan membantu teman-teman untuk memikirkan matang-matang keputusan yang akan diambil.

Bagikan :

Artikel dan Fitur Lainnya

Cari Lowongan

Tips dan Triks

Apa itu LokerBali.info

LokerBali.info adalah situs online yang menyajikan Informasi Lowongan Kerja di Bali terbaru. Pencari kerja dapat melamar pekerjaan dan Perusahaan dapat memasang Iklan Lowongan Kerja di LokerBali.info