Penjelasan Aksara Bali Lengkap dengan Contoh

Penjelasan Aksara Bali Lengkap dengan Contoh

Penjelasan Aksara Bali Lengkap dengan Contoh – Aksara Bali merupakan salah satu aksara tradisional di Indonesia yang berkembang di Pulau Bali. Aksara ini digunakan untuk menulis bahasa Bali, Sansekerta dan Kawi. Dilansir sari wikwand.comAksara Bali merupakan turunandari aksara Brahmi India melalui perantara aksara Kawi dan berkerabat dekat dengan aksara Jawa.

Aksara Bali aktif digunakan dalam sastra maupun tulisan sehari-hari masyarakat Bali sejak pertengahan abad ke-15 hingga saat ini. Serta masih diajarkan di Bali sebagai bagian dari muatan lokal, meski penerapannya dalam kehidupan sehari-hari berkurang.

Aksara Bali adalah sistem tulisan abugida yang terdiri dari sekitar 18 hingga 33 aksara dasar, tergantung daru penggunaan bahasa yang bersangkutan. Seperti aksara Brahmi lainnya, setiap konsonan merepresentasikan satu suku kata dengan vokal inheren/a/ yang dapat diubah dengan pemberian diakritik tertentu. Arah penulisan Aksara Bali tersebut ditulis dari kiri ke kanan. Secara tradisional aksara ini ditulis tanpa spasi antar kata (scriptio continua) dengan sejumlah tanda baca.

Pembagian Aksara Bali

Penjelasan Aksara Bali Lengkap dengan Contoh
Tulisan Aksara Bali | Image Source : Pinterest.com

1. Berdasarkan fungsi

Dilihat dari fungsinya, menurut I Gusti Ngurah Bagus, Guru Besar ilmu AtropologiUniversitas Udayana, Aksara Bali dapat dikelompokan menjadi dua, yakni aksara biasa dan aksara suci.

Aksara biasa digunakan untuk menulis Bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menuliskan karya sastra. Ada dua aksara, yaitu aksara Wreastra dan aksara Swalelita. Aksaa Wreastra digunakan untuk menulis bahasa Bali umum, sedangkan Swalelita untuk menulis bahasa Sansekerta.

Jika aksara yang digunakan untuk menulis masalah yang berkaitan dengan keagamaan, seperti Japa Mantra, Weda, dan Rerajahan dibagi menjadi dua. Yakni, aksara Wijaksara dan aksara Modre. Wijaksara digunakan untuk menulis hal-hal yang berkaitan dengan kagamaan, sedangkan Modre merupakan aksara yang digunakan untuk menulis yang bersifat magis.

2. Berdasarkan bentuk

Berdasarkan kesamaan bentuk, Aksara Bali dapat dibagi menjadi tiga. Pertama bentuk pengawak yang juga disebut Aksara Bali dengan bentuk dasar. Kemudian Aksara Bali bentuk turunan yang berasal dari aksara pengawak yang diubah menjadi bentuk gempelan dan pengangge. Terakhir adalah bentuk lambang-lambang.

Contoh Aksara Bali

Jumlah aksara Bali sendiri tergantung dari jenisnya. Misalkan aksara Wreastra yang terdiri dari 18 buah aksara, yaitu Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Ma, Ga, Ba, Nga, Pa, Ja, Ya, Nya. Aksara-aksara tersebut merupakan konsonan. Beda dengan aksara Swalelita yang mempunyai 47 aksara yang terdiri dari aksara suara sebanyak 14 buah dan aksara komsomam sebanyak 33 buah.

Penjelasan Aksara Bali Lengkap dengan Contoh
Aksara Bali

Sementara aksara Wijaksara ini lebih rumit lagi. Aksara jenis ini punya lebih dari 60 buah aksara. Namun yang paling sulit dibaca ialah aksara Modre, karena merupakan aksara yang dilambangkan dengan gambar-gambar tertentu.

Sekian Penjelasan Aksara Bali Lengkap dengan Contoh. Semoga bermanfaat dan dapat membantu anda yang sedang belajar aksara Bali. Jangan lupa untuk simak berbagai artikel menarik lainnya hanya di Lokerbali.info Blog.

Mungkin Kamu Juga Suka